TAPIN - Hasil interogasi sudah dilakukan kepada empat orang tahanan kabur yang berhasil diringkus. Bagaimana pola mereka kabur? Kasat Narkob...
TAPIN - Hasil interogasi sudah dilakukan kepada empat orang tahanan kabur yang berhasil diringkus. Bagaimana pola mereka kabur?
Kasat Narkoba Polres Tapin, AKP Tatang Supriyadi menjelaskan bahwa, perencanaan kabur para tahanan sudah disusun sejak seminggu sebelum kejadian. “Otaknya Syaripudin alias Udin Jangar dan Riduan. Mereka berdua memaksa keempat tahanan lain, agar ikut melarikan diri,” ucapnya, Kamis (27/4) malam.
Awalnya keempat tahanan lain, yakni Erfendi, Suriansyah, Muhyar dan Taufik tidak mau ikut, namun diancam akan dipukuli oleh Udin Jangar dan Riduan. Terpaksa disetujui keempat tahanan tadi. “Rencana pun disusun, Udin Jangar memerintahkan Erfendi untuk melihat jalan melarikan diri melalui plafon dan menyiapkan satu sendok makan yang ditanamkan untuk melubangi plafon,” ucapnya.
“Rencana mereka lari ke Loksado, ke rumah istri siri Udin Jangar,” tambahnya. Hingga hari kejadian yakni, Minggu (23/4) sekitar pukul 02.00 Wita sampai 04.00 Wita Udin Jangar terpantau dari CCTV melihat situasi. Situasi aman, lima tahanan lainnya langsung dibangunkan.
“Udin Jangar memerintahkan Erfendi dan Riduan naik ke plafon. Mereka berdua menyusuri atas plafon dan menemukan jalan keluarnya,” katanya kepada Radar Banjarmasin.
Mereka kemudian kembali lagi ke ruang tahanan, memberitahukan yang lain. Jalan sudah siap. Keenam tahanan ini naik dan keluar lewat gudang logistik. “Berjalan lewat samping ruang Satlantas, melompat pagar yang lokasinya tepat di belakang Polres Tapin. Mengarah ke barat menuju sungai yang berseberangan dengan Polres Tapin,” jelasnya.
Sambil menyusur sungai, mereka menuju ke Bitahan tepatnya di Sungai Impat. Di sana berdiam diri selama satu hari, karena jejaknya ketahuan oleh warga. “Warga menginformasikan ke kita bahwa ada enam orang yang tak dikenal ada di hutan. Tepatnya Senin (24/4) pukul 20.00 Wita. Kami langsung turunkan personel. Ditunggu sampai pagi. Langsung menyisir,” katanya. “Setelah disisir ternyata mereka sudah bergeser,” bebernya.
Perburuan kembali dilakukan, hingga ke Kampung Balunan Kecamatan Lokpaikat. Ternyata berdasarkan informasi warga, di sana mereka ingin menyewa truk dengan budget 500 ribu rupiah menuju Kandangan. “Namun dari warga yang tidak mau menyewakan, akhirnya mereka kembali lagi ke hutan,” jelasnya.
Beberapa saat kemudian ada lagi informasi dari warga, ada orang yang meminjam sepeda motor untuk membeli makanan dan minuman. Ia Erfendi. “Saat di warung, ia dicurigai oleh pemilik warung. Merasa dicurigai, ia meminta izin untuk ke toilet. Namun ternyata bersembunyi di pohon pisang belakang sekolah dasar. Warga informasi ke kita,” bebernya.
Anggota langsung bergerak, sempat dikejar tapi berhasil lolos. Tidak ingin buruannya kabur, polisi langsung menyisir hutan di Balunan. Ternyata terlihat tahanan lain, Udin Jangar, Taufik dan Riduan. “Langsung kita kejar, tapi mereka coba melakukan perlawanan dengan celurit dan parang. Sehingga tindakan tegas terukur, dengan menembak kaki ketiga tahanan tersebut,” jelasnya.
Setelah dapat mengamankan ketiga tahanan tadi, tidak berselang lama dua tahanan kembali terlihat. Muhtar dan Suriansyah. Saat melihat petugas mereka kaget.
“Coba melawan sambil melarikan diri. Karena itu, tindakan tegas terukur kembali kita lakukan dengan menembak kaki mereka,” paparnya.
Sumber: Prokal
